
Medan — Kemarahan masyarakat terhadap seringnya pemadaman listrik di Sumatera Utara kini mulai memuncak. Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumut, Mhd Syahdan Pasaribu, secara tegas meminta pencopotan General Manager PLN Sumut karena dinilai gagal memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Menurut Syahdan, pemadaman listrik yang terus berulang telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat kecil, pedagang, hingga pelaku usaha di berbagai daerah di Sumatera Utara.
Rakyat sudah terlalu sering menjadi korban. Pedagang rugi, usaha terganggu, makanan rusak, aktivitas belajar lumpuh, bahkan pekerjaan masyarakat ikut terhambat akibat listrik padam,” tegas Syahdan kepada wartawan.
Ia menilai, kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut kebutuhan vital masyarakat. Apalagi, di era modern saat ini hampir seluruh aktivitas bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Syahdan juga menyoroti keresahan masyarakat yang kerap mengeluhkan pemadaman mendadak tanpa informasi jelas dari pihak PLN. Menurutnya, lemahnya komunikasi kepada publik justru memperbesar kekecewaan warga.
“Kalau listrik mati terus tanpa kepastian dan penjelasan yang jelas, bagaimana masyarakat mau tenang? Ini bukan sekadar gangguan teknis, tapi sudah berdampak pada ekonomi rakyat,” ujarnya dengan nada keras.
Aktivis muda GMNI Sumut tersebut meminta pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan PLN Sumut. Ia menilai, pergantian pimpinan perlu dilakukan apabila kondisi pelayanan tidak kunjung membaik.
“Jangan sampai rakyat terus dirugikan. Kalau memang tidak mampu memperbaiki pelayanan, copot GM PLN Sumut sekarang juga,” katanya.
Pernyataan keras tersebut langsung menjadi perhatian publik dan memicu berbagai respons di tengah masyarakat Sumatera Utara. Banyak warga mengaku kecewa karena pemadaman listrik dinilai semakin sering terjadi dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sejumlah pelaku usaha kecil bahkan mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah akibat barang dagangan rusak serta terganggunya operasional usaha saat listrik padam dalam waktu lama.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Sumut belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan pencopotan GM PLN Sumut yang disampaikan oleh aktivis GMNI Sumut tersebut.
Sorotan tajam terhadap PLN Sumut kini terus menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat, terutama terkait harapan agar pelayanan listrik di Sumatera Utara dapat segera membaik dan tidak lagi merugikan rakyat kecil.